Perkembangan teknologi digital telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam dunia pembinaan olahraga prestasi. Di Kalimantan Selatan, sebuah langkah revolusioner sedang diambil oleh organisasi basket kota untuk meningkatkan akurasi para pemainnya. Melalui program Perbasi Banjarbaru, penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai diintegrasikan ke dalam proses analisis video untuk mengevaluasi setiap detail gerakan pemain saat melakukan tembakan (shooting). Inovasi ini menempatkan Banjarbaru sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam memanfaatkan sains olahraga demi mengejar ketertinggalan prestasi dari kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Proses evaluasi berbasis teknologi ini dimulai dengan perekaman sesi latihan dari berbagai sudut pandang kamera yang strategis. Video yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam perangkat lunak khusus berbasis AI yang mampu mendeteksi ribuan titik koordinat pada tubuh pemain secara real-time. Teknologi ini mampu menganalisis sudut tekukan lutut, derajat kelengkapan lengan, hingga titik pelepasan bola yang paling ideal untuk menghasilkan akurasi maksimal. Selama ini, pelatih hanya bisa memberikan evaluasi berdasarkan penglihatan mata telanjang yang bersifat subjektif. Namun, dengan bantuan AI, setiap kesalahan kecil dalam gerakan pemain dapat dibuktikan secara data objektif dan angka yang presisi, sehingga pemain lebih mudah memahami apa yang harus mereka perbaiki.
Salah satu fokus utama dari analisis video ini adalah konsistensi mekanik tembakan. Dalam bola basket, menembak bukan hanya soal memasukkan bola ke dalam ring, melainkan tentang pengulangan gerakan yang identik setiap kali melakukan eksekusi. AI mampu membandingkan setiap tembakan yang dilakukan pemain dalam satu sesi latihan dan memberikan laporan mengenai adanya pergeseran sudut atau ritme yang menyebabkan bola meleset. Dengan data ini, para pelatih di Banjarbaru dapat memberikan menu latihan yang lebih personal dan spesifik bagi setiap atlet. Jika seorang pemain cenderung meleset ke arah kanan, sistem AI dapat mendeteksi apakah itu disebabkan oleh tumpuan kaki yang tidak seimbang atau posisi tangan yang sedikit miring saat melepas bola.
Implementasi teknologi ini tentu bukan tanpa tantangan, terutama dalam hal pembiayaan dan adaptasi sumber daya manusia. Namun, pengurus organisasi di Banjarbaru meyakini bahwa investasi pada teknologi analisis video adalah langkah paling efisien untuk mempercepat perkembangan kualitas pemain dalam jangka panjang. Penggunaan AI juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi para atlet muda. Mereka menjadi lebih antusias dalam berlatih karena merasa proses evaluasi dilakukan secara modern dan transparan. Selain itu, melihat diri sendiri melalui analisis video yang detail membantu pemain membangun memori otot yang lebih kuat, karena mereka mendapatkan visualisasi yang jelas tentang bagaimana gerakan yang benar seharusnya dilakukan.