Tren permainan bola basket dunia telah mengalami perubahan drastis dalam satu dekade terakhir, di mana efisiensi poin menjadi prioritas utama bagi setiap pelatih. Mengikuti perkembangan global tersebut, Perbasi Banjarbaru secara berani mencanangkan “3-Point Revolution” dalam kurikulum pembinaan atlet mudanya. Fokus utama dari program ini adalah mengoptimalkan akurasi tembakan jauh sebagai senjata utama untuk mengalahkan lawan yang mungkin memiliki keunggulan secara fisik dan tinggi badan. Strategi ini dianggap paling relevan bagi postur atlet lokal guna menyeimbangkan kompetisi melawan tim-tim besar yang mendominasi area bawah ring.
Alasan utama Perbasi Banjarbaru menitikberatkan pada tembakan jauh adalah matematika efisiensi poin. Dalam sebuah analisis statistik pertandingan, tim yang memiliki akurasi tembakan tiga angka yang stabil cenderung memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan tim yang hanya mengandalkan tembakan dua angka dengan persentase yang sama. Dengan melatih para pemain untuk memiliki jangkauan tembak yang luas, ruang permainan (spacing) di lapangan menjadi lebih terbuka. Lawan akan dipaksa untuk keluar menjaga area luar, yang pada akhirnya memberikan celah bagi pemain lain untuk melakukan penetrasi ke dalam. Inilah yang menjadi inti dari revolusi taktik di Banjarbaru.
Metode pelatihan untuk meningkatkan kualitas tembakan jauh ini dilakukan secara sistematis dengan dukungan teknologi video analisis. Para atlet muda di Banjarbaru tidak hanya diajarkan cara melepaskan bola, tetapi juga diajari mengenai biomekanika posisi kaki, sudut ayunan tangan, hingga titik pelepasan bola (release point) yang paling optimal. Latihan repetisi ribuan kali dalam seminggu menjadi menu wajib bagi para pemain di setiap posisi, termasuk para pemain berposisi center dan forward. Perbasi Banjarbaru meyakini bahwa di basket modern, setiap pemain di lapangan harus memiliki ancaman tembakan dari jarak jauh untuk merusak sistem pertahanan lawan yang rapat.
Selain aspek teknis, revolusi tembakan jauh ini juga menuntut kekuatan mental dan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Perbasi Banjarbaru sering mengadakan kontes tembakan tiga angka dalam setiap turnamen lokal untuk mengasah nyali para pemainnya. Seorang penembak harus memiliki mentalitas “selanjutnya masuk” meskipun sebelumnya mengalami kegagalan. Dengan membangun ekosistem yang menghargai keberanian melepaskan tembakan jarak jauh, Banjarbaru perlahan-lahan mulai melahirkan penembak-penembak jitu yang ditakuti di level provinsi. Kesiapan mental ini sangat penting agar saat berada dalam situasi poin genting, mereka tidak ragu untuk mengeksekusi tembakan penentu kemenangan.