Bola Basket 3×3 telah mengalami lonjakan popularitas luar biasa, terutama di kalangan generasi muda. Format ini menawarkan permainan yang cepat, dinamis, dan lebih mudah diakses dibandingkan format lima lawan lima tradisional, menjadikannya sangat Digandrungi Gen Z.
Perbasi Banjarbaru di Kalimantan Selatan melihat fenomena ini sebagai peluang besar untuk menjaring talenta baru. Mereka memutuskan untuk menjadikan Bola Basket 3×3 sebagai fokus utama dalam pengembangan olahraga di tingkat kota, memanfaatkan energinya yang menarik.
Keputusan untuk memprioritaskan Format Kompetisi ini didasarkan pada riset demografi. Gen Z cenderung menyukai olahraga yang fast-paced, membutuhkan sedikit pemain, dan dapat dimainkan di lapangan yang lebih kecil, yang mana semuanya terpenuhi oleh basket 3×3.
Perbasi Banjarbaru secara rutin mengadakan turnamen 3×3 di ruang publik dan taman kota, bukan hanya di venue basket besar. Ini mendekatkan olahraga pada komunitas, membuatnya terasa lebih inklusif dan street-style.
Pendekatan ini tidak hanya berhasil menarik minat, tetapi juga efektif dalam menemukan pemain dengan skillset unik. Bola Basket 3×3 menuntut versatility yang tinggi; setiap pemain harus bisa shooting, driving, dan rebounding sekaligus, sebuah ciri yang sangat dicari.
Tujuan Perbasi Banjarbaru adalah mencetak spesialis 3×3 yang mampu bersaing di tingkat provinsi dan nasional. Mereka melihat peluang medali lebih besar di Format Kompetisi yang relatif baru ini dibandingkan harus bersaing di format 5×5 yang sudah didominasi Jawa.
Program coaching yang dikembangkan oleh Perbasi Banjarbaru juga disesuaikan, menekankan pada transisi cepat, pertahanan man-to-man yang agresif, dan game-flow yang dinamis, sesuai dengan kebutuhan 3×3.
Dengan fokus pada Bola Basket 3×3 yang Digandrungi Gen Z, Banjarbaru tidak hanya mengembangkan olahraga, tetapi juga membangun komunitas. Mereka mengubah pandangan bahwa basket harus dimainkan di venue besar.
Inisiatif Perbasi Banjarbaru ini adalah contoh cerdas bagaimana organisasi olahraga dapat beradaptasi dengan selera demografi muda untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi mereka di masa depan.