Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan kini tengah mengambil langkah agresif dalam memperkuat basis atlet basket di wilayahnya. Melalui program kerja yang sangat spesifik, pengurus daerah menetapkan Fokus Perbasi Banjarbaru pada sistem deteksi bakat yang lebih dini dan akurat. Mengingat persaingan olahraga yang semakin ketat, cara-cara konvensional dalam mencari atlet dirasa sudah tidak lagi mencukupi. Oleh karena itu, Banjarbaru mulai menerapkan metode pencarian bakat berbasis data fisik dan tes kemampuan motorik yang dilakukan secara jemput bola ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru kota.
Metodologi yang diterapkan sebagai cara cepat identifikasi ini melibatkan para ahli olahraga untuk mengukur potensi pertumbuhan tinggi badan, rentang tangan, hingga kelincahan dasar anak-anak usia sekolah dasar. Dengan mengetahui profil fisik sejak dini, organisasi dapat memberikan pengarahan kepada anak tersebut untuk mulai berlatih basket di posisi yang paling sesuai dengan karakteristik tubuhnya. Langkah ini dianggap sangat efisien karena mampu memangkas waktu dalam proses pembinaan jangka panjang. Anak yang memiliki potensi fisik luar biasa tidak lagi “ditemukan” secara tidak sengaja, melainkan dicari secara aktif melalui sistem yang terstruktur.
Untuk mendukung upaya tersebut, Banjarbaru juga memperbanyak frekuensi festival basket mini bagi anak-anak. Berbeda dengan turnamen serius yang penuh tekanan, festival ini lebih menekankan pada kegembiraan bermain sambil memantau insting bermain anak. Dari ajang-ajang seperti inilah para pemandu bakat mencatat nama-nama potensial yang kemudian akan diajak bergabung ke dalam pusat pelatihan daerah (Puslatda) tingkat junior. Dengan demikian, rantai pasokan atlet berbakat dari tingkat bawah ke tingkat provinsi selalu terjaga kualitasnya dan tidak pernah terputus.
Pelatihan bagi guru olahraga di tingkat SD dan SMP juga menjadi bagian dari strategi besar ini. Perbasi Banjarbaru menyadari bahwa guru olahraga adalah garda terdepan yang paling sering berinteraksi dengan siswa. Dengan membekali para guru mengenai teknik dasar basket yang benar dan cara melihat talenta basket yang menonjol, maka proses penyaringan bakat di level akar rumput menjadi jauh lebih luas cakupannya. Kerja sama yang erat antara dunia pendidikan dan organisasi olahraga ini menjadi kunci keberhasilan Banjarbaru dalam beberapa tahun terakhir.