Lantai Lapangan Licin? Solusi Maintenance ala Perbasi Banjarbaru Agar Tak Cedera

Masalah keselamatan atlet sering kali dimulai dari hal yang paling dasar, yaitu permukaan tempat mereka berpijak. Di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, antusiasme masyarakat terhadap olahraga basket dan futsal sedang berada di puncaknya. Namun, tantangan klasik yang sering dihadapi adalah kondisi lantai lapangan yang sering kali menjadi licin akibat debu, kelembapan udara yang tinggi, atau penggunaan material pembersih yang salah. Menyadari risiko tinggi yang menghantui para pemain, pengurus Perbasi setempat mengambil langkah proaktif dengan menciptakan standar protokol perawatan fasilitas yang ketat demi menjaga kualitas permainan dan keselamatan fisik para atlet.

Permukaan lapangan yang licin adalah musuh utama bagi pemain basket yang mengandalkan gerakan eksplosif seperti crossover dan pivoting. Jika daya cengkeram sepatu terhadap lantai hilang, risiko cedera ligamen seperti ACL (Anterior Cruciate Ligament) atau cedera pergelangan kaki akan meningkat drastis. Di wilayah Banjarbaru, yang memiliki tingkat kelembapan udara cukup tinggi, uap air seringkali mengembun di permukaan lapangan kayu maupun interlock. Hal inilah yang mendasari pentingnya sistem maintenance yang dilakukan secara berkala dan tidak sembarangan menggunakan bahan kimia pembersih yang justru bisa merusak lapisan pelindung lantai.

Langkah pertama dalam protokol perawatan yang diterapkan adalah penggunaan cairan pembersih khusus yang bersifat non-residu. Banyak pengelola lapangan di masa lalu melakukan kesalahan dengan menggunakan pembersih lantai rumah tangga biasa yang mengandung sabun atau minyak. Bahan-bahan ini mungkin membuat lantai terlihat mengkilap, namun justru meninggalkan lapisan tipis yang sangat licin saat terkena keringat pemain. Perbasi di kota ini mulai mengedukasi pemilik GOR untuk menggunakan campuran air dan cuka putih dalam kadar tertentu atau cairan pembersih berbahan dasar alkohol yang cepat menguap dan tidak meninggalkan bekas licin di permukaan.

Selain soal kebersihan, pengaturan sirkulasi udara di dalam gedung juga menjadi fokus utama. Lantai yang licin seringkali disebabkan oleh kurangnya ventilasi yang memadai, sehingga udara lembap terperangkap di dalam ruangan. Solusi yang diterapkan adalah pemasangan kipas industri bertenaga besar dan alat penghilang kelembapan (dehumidifier) di sudut-sudut strategis. Dengan menjaga tingkat kelembapan di bawah 50%, permukaan lapangan akan tetap kering dan memiliki traksi yang optimal. Hal ini membuktikan bahwa perawatan lapangan bukan hanya soal mengepel, tapi juga soal mengelola lingkungan di dalam gedung olahraga secara menyeluruh.