Ketahanan fisik sering kali menjadi pembeda utama antara tim juara dan tim biasa dalam sebuah turnamen basket yang panjang. Menyadari hal tersebut, Perbasi Banjarbaru mengambil langkah berani dengan mengadaptasi sistem latihan daya tahan yang diadopsi dari standar Liga Australia atau NBL. Australia dikenal memiliki gaya permainan basket yang sangat mengandalkan fisik, ketahanan lari, dan kekuatan tubuh bagian bawah yang luar biasa. Dengan membawa standar ini ke Banjarbaru, diharapkan para atlet lokal mampu bersaing dalam intensitas tinggi tanpa mengalami penurunan performa yang berarti di kuarter keempat.
Sistem latihan dari Australia ini sangat spesifik dalam membangun apa yang disebut sebagai aerobic capacity dan anaerobic power. Di Banjarbaru, para pemain kini menjalani sesi latihan yang menggabungkan lari interval, latihan beban fungsional, dan simulasi pertandingan dengan waktu istirahat yang sangat minim. Tujuannya adalah untuk membiasakan jantung dan otot atlet bekerja di bawah tekanan oksigen yang rendah namun tetap mampu melakukan eksekusi teknik dengan akurat. Perbasi Banjarbaru ingin memastikan bahwa setiap pemainnya memiliki “paru-paru kedua” yang memungkinkan mereka terus berlari saat lawan mulai kelelahan.
Penerapan sistem latihan daya tahan ini juga melibatkan aspek sains olahraga yang ketat dalam hal pemantauan denyut nadi dan pemulihan. Atlet di Banjarbaru diajarkan untuk memahami zona latihan mereka masing-masing agar hasil yang didapatkan lebih optimal dan tidak menyebabkan kelelahan yang berlebihan (overtraining). Liga Australia sangat menekankan pada kekuatan otot inti (core) dan stabilitas pergelangan kaki, mengingat basket adalah olahraga yang penuh dengan lompatan dan benturan. Oleh karena itu, program latihan di Banjarbaru kini mencakup banyak gerakan yang memperkuat otot-otot pendukung untuk mencegah cedera saat intensitas permainan meningkat.
Fokus lain dari kurikulum basket baru ini adalah pada kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang. Dalam sistem Australia, ketahanan fisik digunakan untuk menekan lawan sepanjang lapangan atau full court press. Banjarbaru ingin menerapkan strategi serupa di mana lawan tidak diberikan ruang bernapas sejak bola pertama digulirkan. Dengan kondisi fisik yang prima, para pemain dapat melakukan serangan balik cepat berkali-kali tanpa merasa cepat letih. Hal ini tentu membutuhkan disiplin latihan yang sangat tinggi dan dedikasi penuh dari para atlet muda di wilayah tersebut.